Belajar Efektif, Efisien dan Berkualitas

belajar efektif dan efesien
belajar efektif dan efesien
Banyak diantara kita yang banyak belajar tapi hasilnya kalah sama yang sedikit belajar tapi pandai, mengapa ? kemungkinan terbesar adalah yang tidak efektif dan efesien sehingga belajarnya tidak berkualitas.Belajar berkualitas, efektif dan efisien harus dilakukan agar hasilnya maksimal. Jika tidak, kamu hanya akan membuang waktu karena yang kamu lakukan itu sia-sia. Mulai saatnya, kamu rubah cara belajar mu menjadi belajar berkualitas.
 Mau tahu caranya? Berikut ini tips yang perlu kamu perhatikan.
Berdoa sebelum dan sesudah belajar
Berdoa merupakan hal penting yang harus dilakukan sebelum dan sesudah belajar. Dengan berdoa, kamu meminta bantuan Tuhan yang Maha Esa agar usaha belajar yang kamu lakukan mendapatkan berkah.
Tentukan tujuan
Setiap orang perlu memiliki tujuan yang jelas. Mulai dari sekarang, tentukan tujuanmu. Apa yang ingin kamu capai dengan belajar. Ini akan menjadi motivasi bagi dirimu agar bisa semangat belajar demi mencapai apa yang kamu impikan selama ini.
Tentukan target
Tentukan target yang ingin kamu capai agar belajar bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Misalnya, kamu belajar karena ingin mendapatkan nilai ulangan tertinggi di kelas dan mendapatkan ranking 1. Kamu bisa menjadikan target yang ingin kamu capai sebagai cambuk agar kamu selalu bersemangat.
Buat jadwal belajar yang rutin
Belajar perlu dilakukan secara rutin meskipun hanya dalam waktu yang tidak terlalu lama. Jika jam belajarmu terjadwal, kamu bisa semakin rajin belajar. Buatlah dirimu untuk selalu menaati jam belajar yang kamu buat. Belajar rutin akan memberikan hasil yang luar biasa. Ayo buktikan!
Kenali tipe belajarmu
Setiap orang memiliki tipe belajar yang berbeda. Kamu harus mengenali bagaimana tipe belajarmu supaya bisa memahami materi dengan seksama. Misalnya, ada seseorang yang senang belajar sambil mendengarkan musik, ada juga yang senang belajar di tempat yang sepi. Selain itu, ada juga beberapa siswa yang senang belajar sambil makan makanan ringan.

Jangan bosan membaca

Jika ingin bisa menguasai materi pelajaran dengan baik, janganlah bosan membaca. Budayakan membaca setiap hari, jangan sampai ada kata bosan. Dengan membaca, kamu akan mendapatkan berbagai informasi. Jika ada waktu luang, kamu bisa membaca buku-buku selain buku pelajaran sekolah untuk menambah wawasan.
Jauhkan semua gangguan
Agar kamu bisa belajar dengan giat, jauhkanlah semua gangguan yang bisa mengganggu konsentrasi belajar seperti televise. Mungkin, kamu bisa mengusulkan kepada seluruh anggota keluarga agar tidak menghidupkan televisi pada saat jam belajar.
Kondisikan dan nikmati belajarmu
Agar bisa belajar dengan nyaman, kamu perlu memiliki ruang belajar yang nyaman. Pastikan tempat belajarmu rapi sehingga enak dipandang. Kamu juga bisa memberikan hiasan pada kamar belajar sehingga terlihat menarik, lalu kamu merasa betah barada di sana. Jika tempat yang kamu gunakan untuk belajar nyaman, kamu bisa menikmati aktivitas belajarmu.

Kualitas belajar (quality of learning) dapat dipahami sebagai suatu kondisi dimana individu yang belajar (pembelajar atau learner) melakukan aktivitas-aktivitas yang menunjukkan pemahaman terhadap apa yang dia sedang pelajari. Hal ini erat kaitannya dengan usaha guru mmpertinggi mutu pembelajaran. Oleh karena itu, kualitas belajar seorang individu tidak terlepas dari faktor tersebut disamping faktor-faktor lain seperti motivasi, minat, bakat, dan lain-lain. Akan tetapi, kualitas belajar dapat ditunjukkan oleh hal-hal sebagaimana yang dinyatakan oleh Johnson (2002), Rasyid (2007), dan Asrori (2008) sebagai berikut:
  1. Mengambil tindakan (taking action/ self-independence)
  2. Mengajukan pertanyaan (asking question)
  3. Membuat pilihan (making choice)
  4. Mengembangkan kesadaran diri (developing self-awareness)
  5. Berkolaborasi (collaborating)
  6. Penilaian diri (self-assessment)
  7. Inisiatif and kreatif (initiative and creative)
  8. Pemanfaatan waktu luang (spare-time efficiency)
Indikator kualitas belajar ini masing-masing dapat diuraikan sebagai berikut:
  • Mengambil tindakan/kebebasan diri (taking action/ self-independence)
Ini merupakan karaketristik kualitas belajar di mana seorang peserta didik melakukan kegiatan fisik dalam rangka memperoleh pengetahuan baru atau pun mengaitkan pengetahuan lamanya dengan pengetahuan baru.
Kegiatan ini memiliki kekuatan untuk membangun rasa percaya diri dengan tetap melibatkan kekuatan intelektual dan emosional. Kegiatan ini dapat disebut pula ‘hands-on activity’ (Johnson2002: 85) Misalnya, pada pelajaran tentang listrik, peserta didik membuat ‘switching circuit’ dengan menggunakan baterai dan balon lampu.
  • Mengajukan pertanyaan (asking question)
Kualitas belajar seorang peserta didik dapat pula diukur dengan seringnya peserta didik tersebut mengajukan pertanyaan. Pengajuan pertanyaan ini dan kualitas pertanyaan akan bergantung pada tingkat pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya. Dengan mengajukan pertanyaan, akan nampak bahwa peserta didik tersebut sedang ada pada proses kegiatan berfikir kritis (critical thinking) dan menunjukkan sifat aktif dalam menerima pengetahuan barunya. Ini akan memunculkan formulasi-formulasi pertanyaan yang menarik, menantang dan bahkan menimbulkan ide-ide baru.

  • Membuat pilihan (making choice)
Membuat suatu pilihan merupakan aktifitas natural/alamiah. Setiap anak pada usia dini akan merasa senang ketika mereka pada keadaan bebas memilih sesuatu sesuai selera mereka. Pada kegiatan ini, peserta didik tidak hanya dapat memilih proyek apa yang akan mereka kerjakan, tetapi mereka juga dapat menetapkan seperti apa nanti keterlibatan mereka dalam aktifitas tersebut. Mereka juga dapat memilih cara belajar apa yang akan mereka gunakan untuk sampai pada tujuan akhir proyek tersebut.
Selain itu, mereka juga dapat memilih lewat cara apa informasi pengetahuan akan mereka peroleh, apakah dengan mengamati, mendengarkan, membaca atau mengkonversi. Dengan pilihan mereka ini maka kegiatan belajar akan lebih menyenangkan dan juga lebih bermakna.
  • Mengembangkan kesadaran diri (developing self-awareness)
Pilihan-pilihan yang sesuai dan tindakan-tindakan yang dilandasi pengetahuan dan keterampilan dibentuk dalam bagian pengetahuan diri ataupun kesadaran diri. Kesadaran diri ini nakan berkembang secara bertahap pada masing-masing individu sejalan dengan perkembangan belajar di mana peserta didik menemukan manfaat dalam memahami ‘emotional intelligence’ mereka. Salah satu manfaat dari pengembangan kesadaran diri ini adalah peserta didik belajar mengatur emosi mereka. Misalnya, mengarahkan pemikiran-pemikiran mereka terhadap suatu pelajaran tertentu, atau pun ketika mereka mencoba bersikap ‘fair’ terhadap sikap sahabat yang mengecewakanya. Kesadaran diri ini merupakan suatu refleksi perasaan ketika sesuatu terjadi, dan ini merupakan suatu kapasitas tertentu yang kadang tidak dimiliki oleh orang lain. Kapasitas ini memungkinkan mereka memilki kontrol diri dalam belajar mengenai sesuatu. Kesadaran diri ini mencakup pula pemahaman terhadap kekuatan dan kelemahan diri sendiri, juga pemahaman terhadap bagaimana orang lain memandang kita. Dengan menyadari bagaimana orang lain memandang diri kita, maka seorang peserta didik akan dapat meningkatkan kualitas hubungannya dengan orang lain yang nantinya hal ini akan berpengaruh pada kegiatan belajar yang dilakukan.
  • Berkolaborasi (collaborating)
Kolaborasi atau kerjasama di antara peserta didik biasanya terjadi dalam kelompok kecil yang merupakan kelompok-kelompok otonom. Dengan berkolaborasi peserta didik akan belajar menghindari sikap mental yang buta yang terjadi karena didorong oleh terbatasnya pengalaman dan sempitnya persepsi yang dimiliki. Berkolaborasi memungkinkan pula peserta didik untuk menemukan kekuatan dan kelemahannya, belajar menghargai orang lain, mendengar dengan pikiran dan sikap terbuka, dan membangun konsensus. Manfaat yang lain berkolaborasi adalah peserta didik akan mampu memecahkan masalah secara bersama-sama, bertindak bebas dan beranggungjawab, menghargai kemampuan dan bakat anggota tim, percaya pada orang lain, mengemukakan pendapat secara bebas dan juga membuat keputusan-keputusan. Kegiatan belajar yang dilakukan dengan berkolaborasi akan meningkatkan kualitas belajar dan juga hasil belajar.
  • Penilaian diri (self-assessment)
Penilaian diri (self-assessmnet) akan dapat memberikan pengetahuan yang bermanfaat mengenai pemikiran peserta didik tentang pekerjaan mereka dan upaya mereka dalam mengerjakannya. Kegiatan ini akan berguna tidak saja menghemat waktu pendidik tetapi juga membantu peserta didik memahami pekerjaan mereka dan tuuan yang mendasari pekerjaan mereka (Rasyid dan Mansur, 2007: 91). Keterampilan menilai pekerjaan diri sendiri merupakan hal yang yang sangat diharapkan ada pada diri setiap peserta didik. Mereka akan mendapatkan manfaat dari pertanyaan yang diajukan untuk membantu mereka dalam melakukan penilaian, seperti: Apa yang telah kamu pelajari? Apa yang dapat kamu perbaiki dari pekerjaan kamu itu?, dan lain-lain pertanyaan yang dapat disesuaikan dan difokuskan untuk tujuan tertentu.
Penilaian belajar yang dilakukan sendiri ini akan memberikan harapan kepada peserta didik bahwa mereka memiliki kemampuan untuk sukses dalam belajar. Dengan demikian kualitas belajar mereka akan meningkat seiring dengan pemahaman atas kelebihan dan kekurangan mereka.
  • Insiatif dan kreatif (initiative and creative)
Salah satu faktor yang menunjukkan kualitas belajar yang lebih baik adalah adanya sikap inisiatif, kreatif dan mandiri (Johnson 2002, Asrori, 2008). Inisiatif mengandung makna bahwa peserta didik memiliki ide, gagasan atau pemikiran-pemikiran baru tentang kegiatan belajar mereka. Kreatif adalah sikap yang dicirikan oleh adanya dorongan yang tinggi, keterlibatan yang tinggi, rasa ingin tahu yang besar, ketekunan yang tinggi, percaya diri, intuitif, ketertarikan pada hal-hal kompleks, memiliki insisiatif, kritis terhadap orang lain, berani menyatakan pendapat dan keyakinan, peka, enerjik, humoris, estetis, visioner dan imajinatif, disiplin diri yang tinggi, kemandirian yang tinggi, kecenderungan menentang otoritas, adaptif, senag berpetualang, wawasan luas, tidak  mudah bosan, menyukai tantangan, berani mengambil resiko, serta berfikir divergen (Piers, Utami Munandar, Clark, Torrance, dalam Asrori, 2008: 72-74).
Semua ciri-ciri kreatifitas ini merupakan pendukung terhadap terjadinya proses belajar yang lebih berkualitas untuk mencapai hasil akhir yang lebih baik pula.
  • Pemanfaatan waktu luang (spare-time efficiency)
Sikap suka memanfaatkan waktu luang untuk mengerjakan hal-hal positif mencirikan kualitas belajar yang baik. Penyerapan ilmu pengetahuan tidak dapat dipenuhi oleh kegiatan-kegiatan yang hanya dilakukan di sekolah saja, akan tetapi ditunjang juga oleh kegiatan-kegiatan di luar sekolah baik di rumah, ataupun di kegiatan-kegiatan penelitian lapangan lainnya. Kegiatan memanfaatkan waktu luang ini mencerminkan sikap yang mandiri, serta menumbuhkan rasa percaya diri yang tinggi. Dengan demikian, peserta didik yang senang mengisi waktu luang dengan kegiatan belajar mandiri menunjukkan adanya kualitas belajar yang lebih baik dan positif dibandingkan dengan mereka yang tidak tahu memanfaatkan waktu luangnya untuk kegiatan-kegiatan belajar yang mandiri-positif.
Dari ke delapan indikator belajar berkualitas yang diuraikan di atas, dapat diketahui dan dipahami bahwa  sesungguhnya kualitas belajar seorang peserta didik memerlukan dukungan positif terutama dalam hal lingkungan belajar di sekolah yang kondusif, strategi belajar yang tepat dan lingkungan keluarga yang memberikan peluang bagi upaya peningkatan baik dalam segi proses maupun hasil belajar. Belajar berkualitas sangat erat kaitannya dengan karakteristik individual yang meliputi motivasi, minat, bakat, kecerdasan, gaya belajar, dan lain-lain.   Kita juga dapat memahami bahwa kegiatan belajar tidak semata-mata mendapatkan transfer ilmu pengetahuan dan keterampilan dari pendidik ke peserta didik. Akan tetapi, proses belajar, kualitas belajar serta hasil belajar merupakan faktor-faktor yang sangat penting yang saling mendukung untuk hasil akhir yang lebih baik, positif dan bermakna terutama bagi peserta didik. Proses belajar merupakan hal yang akan mendorong terciptanya kualitas belajar. Kualitas belajar akan memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap hasil belajar yang diperoleh. Hasil belajar ini selanjutnya akan diinformasikan lagi kepada peserta didik yang selanjutnya akan diolah, ditindaklanjuti dengan peningkatan kualitas belajar sehingga hasil penilaian belajar pada tahapan berikutnya lebih meningkat lagi. Hal ini merupakan suatu sistem yang berhubungan, saling memberi pengaruh dan bersifat kontiguitas dan berkelanjutan. 
Terima kasih telah membaca artikel ini saemoga bermamfaat, jika ada jika ada hal-hal yang perlu ditanyakan, anda boleh bertanya di kolom komentar dibawah ini. 
salam sejahtera........
 wassalam, 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Belajar Efektif, Efisien dan Berkualitas"

Posting Komentar